KABAR PRIANGAN – Setelah banyak warga masih belum bisa move on dari badai pandemi, upaya penganekaragaman atau diversifikasi pangan bisa menjadi salah satu jalan keluar yang dianggap paling baik untuk memecahkan masalah pemenuhan kebutuhan pangan.
Melalui penataan pola makan yang tidak hanya bergantung pada satu sumber pangan (beras), memungkinkan masyarakat dapat menetapkan pangan pilihan sendiri. Sehingga dapat menguatkan ketahanan pangan keluarga masing-masing yang berujung pada peningkatan ketahanan pangan nasional.
Ketahanan pangan tersebut penting sebab berdasarkan data dari Badan Pusat Satistik (BPS) Kota Tasikmalaya misalnya, jumlah warga miskin di kota ini mengalami kenaikan sebanyak 3,33 ribu jiwa atau 0,16 persen dari 86,13 ribu jiwa (12,97 persen) pada tahun 2020 ,menjadi 89,46 ribu jiwa (13,13 persen) pada tahun 2021.
Baca Selanjutnya : https://kabarpriangan.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-1485570784/tim-pbm-kp-faperta-unsil-tasikmalaya-dorong-diversifikasi-pangan-non-beras-di-perumahan-pondok-tandala-kawalu
